Budidaya Ikan di Kolam Semen
MAKALAH
PRINSIP BUDIDAYA PERAIRAN
BUDIDAYA IKAN DI KOLAM SEMEN
Oleh :
Boy Apriliawan 1614201010
PROGRAM STUDI SUMBERDAYA AKUATIK
JURUSAN PERIKANAN DAN KELAUTAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
LAMPUNG
2018
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat
Tuhan yang Maha Esa karena kasih dan karunia-Nya
sehingga makalah ini dapat saya selesaikan. Makalah ini
berjudul Budidaya Ikan di Kolam Semen” yang merupakan salah satu tugas kelompok
dalam mengikuti mata kuliah Prinsip Budidaya Perairan..
Penulis
menyadari
bahwa masih banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Oleh karenanya, saya mengharapkan
kritik dan saran yang sifatnya membangun
demi kesempurnaan pembuatan makalah berikutnya.
Semoga
makalah ini dapat sebagai bahan baca yang bermanfaat bagi setiap pihak yang membutuhkannya.
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Indonesia
memiliki potensi perairan darat yang cukup luas, yaitu sekitar 15 juta hektar. Angka
itu belum termasuk luas perairan buatan yang terbentuk dengan dibangunnya bendungan,
waduk, maupun reservoar-resrvoar air di pemukiman-pemukiman. Sehingga memiliki potensi
perikanan darat yang cukup baik untuk dikembangkan (Susanto, 2012).
Kolam merupakan salah satu sarana budidaya
ikan yang penting untuk menunjang keberhasilan budidaya ikan khususnya perikanan
darat. Kolam adalah media atau wadah air yang digunakan untuk ikan hidup,
sehingga diusahakan semirip mungkin dengan kondisi alami lingkungan ikan
di alam bebas, sehingga dengan kata lain diharapkan kita dapat memanipulasi lingkungan
kolam sehingga ikan betah dan mau berkembang dengan baik di kolam (Ariefin,
2011).
Kolam
Semen adalah kolam yang bagian dasar kolam dan pematangnya di beton
sehingga tidak mudah rusak/permanen. Kolam semen ini merupakan salah satu kolam yang diperuntukkan
untuk kegiatan dalam jangka waktu panjang (Wahyudi, 2012).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan kolam semen?
2. Apa
kelebihan dan kekurangan kolam semen?
3. Bagaimana
konstruksi dan pembuatan kolam semen?
4. Bagaimana
persiapan kolam semen sebelum melakukan kegiatan budidaya?
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Definisi Kolam Semen
Secara umum kolam budidaya dibedakan menjadi kolam permanen
dan kolam semi permanen. Diantara satu dengan yang lain tidak ada yang lebih baik.
Apapun yang dipilih, sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan.
Kolam semen adalah kolam yang bagian dasar kolam
dan pematangnya di beton sehingga tidak mudah rusak (permanen). Untuk kolam
ini umumnya dengan luasan 100 m², lebar pematang cukup dibuat dengan lebar
30-40 cm dengan ketinggian 1-1,5 m, dan ketinggian air 60-100 cm.

Gambar 1.Kolam Semen
Kolam semen ini bersifat permanen sehingga untuk kegiatan
budidaya ikan dalam jangka waktu panjang sangat cocok untuk diterapkan. Ada beberapa
faktor mengapa kolam semen dipilih dalam melakukan kegiatan budidaya, yaitu
1.
Keadaan tanah/lingkungan tidak memungkinkan atau kurang sesuai
untuk dibuat kolam tanah.
2.
Sistem pemeliharaan yang dipilih.
Kolam semen memiliki sebutan kolam
solid, karena kolam ini secara
keseluruhan baik dinding maupun dasar kolam terlapisi bahan solid yang kedap
air seperti semen, batu cetak, fiber,
kaca ataupun logam anti karat. Air di dalam kolam ini tidak bersentuhan langsung
dengan tanah bebas/bumi.
2.2 Kelebihan dan Kekurangan Kolam Semen
Kolam semen merupakan salah satu opsi
yang digunakan dalam pemeliharaan kultivan. Kolam semen memiliki kelebihan yaitu
sebagai berikut.
1.
Air kolam dapat dibiarkan
melewati atau di atas permukaan tanah, sehingga air tidak merembes.
2.
Penggunaan
relatif lebih lama yakni mampu bertahan hingga 5 – 10 tahun
3.
Sistem pengairan dapat
dibuat dengan baik, untuk memaksimalkan sirkulasi air, pengeringan kolam dan
juga perawatan.
4.
Kolam tidak mudah
rusak, terkikis maupun berlubang.
5.
Perawatan kolam yang
lebih mudah.
6.
Ukuran kolam yang lebih
tepat, presisi dan lebih flexible dalam bentuk, sesuai dengan kebutuhan.
7.
Kolam terlihat lebih
rapi
8.
Proses pengeringan
kolam lebih cepat (1-2 hari).
9.
Relatif lebih aman
dari predator dan kompetitor alami.
Sedangkan kekurangan
dari kolam semen yaitu sebagai berikut
1.
Biaya pembuatan kolam
yang relatif mahal.
2.
Bersifat permanen,
jadi tidak bisa dipindah-pindah
3.
Pertumbuhan plankton
dan hewan renik pada kolam solid tidak dapat mencapai tingkat optimal dikarenakan
media yang tidak alami.
2.3 Lokasi Pembuatan Kolam Semen
Kolam
semen bisa dibuat di areal persawahan, di pekarangan rumah, atau di lokasi manapun
selama mencukupi untuk dibuat kolam. Konstruksi kolam semen yang perlu diperhatikan
adalah tidak mudah pecah atau retak. Kolam semen dapat dibuat diatas tanah yang
baik maupun poros tergantung keinginan (Bachtiar, 2010).
2.4 Konstruksi Kolam Semen
Bentuk kolam
yang akan digunakan untuk membudidayakan ikan ada beberapa macam antara lain
adalah kolam berbentuk segi empat/empat persegi panjang, berbentuk bujur
sangkar, berbentuk lingkaran atau berbentuk segitiga. Bentuk kolam ikan yang
ideal untuk pemeliharaan adalah empat persegi panjang dengan ukuran berkisar 100-500 m2 dengan
kedalam kolam berkisar 1-1,5 m
dengan setiap sudut tidak diruncingkan agar kotoran tidak
menumpuk pada sudut kolam dan memiliki monik (pintu) inlet dan outlet.

Gambar 2. Konstruksi
kolam semen yang ideal

Gambar 3. Ilustrasikolam
semen
Syarat
teknis konstruksi kolam semen yang akan digunakan dalam budidaya ikan sebaiknya
memiliki.
a.
Pematang Kolam
Ukuran
dinding (pematang) kolam sebagai penahan desakan air kearah samping harus
dibangun menurut pertimbangan luas dan kedalam (tinggi) kolam. Dinding
(pematang) kolam ikan yang cukup luas dan dalam harus dibuat tebal dan
kuat. Ketebalan dinding kolam permanen dapat diperhitungkan
berdasarkan ketebalan pasang batu bata atau batu kali. Untuk kolam ukuran besar
atau luas, dinding kolam harus dibangun dengan pasangan 1 (satu) batu bata.

Gambar 4.Pematangkolam di potong melintang
b.
Dasar Kolam
Konstruksi
dasar kolam harus dibuat melandai ke titik pusat pintu keluar dengan kemiringan
minimal 5°.

Gambar 5.Dasar Kolam dari Samping
Di
bagian tengah dasar kolam (nomor 2) dibuat parit (caren) yang memanjang dari
pemasukan air ke pintu pengeluaran air (monik). Kemalir dibuat selebar 30-50 cm
dengan kedalaman 10-15 cm. Kowean (nomor 3) berfungsi sebagai tempat
berkumpulnya ikan pada saat proses pemanenan, kedalamannya mencapai 40 cm.
c.
Pintu Air
Pintu air kolam berfungsi untuk memasukan
air atau mengeluarkan air dari kolam. Yang dimaksud air yang masuk adalah air
segar dan kaya oksigen. Sedangkan air yang dikeluarkan adalah air kotor didasar
kolam yang banyak mengandung amonia, CO2, dan limbah metabolisme (metabolit)
lainya. Inlet dan oulet kolam yang terbuat dari beton disebut monik. Kolam yang
baik harus memiliki pintu pemasukan air dan pintu pengeluaran air secara
terpisah. Pemasukan air sebaiknya dibuat pada tempat yang lebih tinggi
dari kolam dan pengeluaran air pada bagian yang lebih rendah.


(a)
(b)
Gambar 6. (a) Pintu masuk air, (b) Pintu masuk air
dari samping
Monik pada inlet
kolam memiliki 5
kotak yang masing dipasang papan dan 1 kotak dipasang saringan. Saringan disini
menggunakan saringan yang lembut sehingga larva ikan tidak bisa keluar. Tinggi
papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki. Pada gambar 5 (b), nomor 1 dipasang
papan, nomor 2 dipasang saringan, nomor 3-5 lima dipasang papan. Setelah
pemasangan papan maka akan terbentuk ruang antar papan. Pada nomor 6 diisi
dengan zeolit secukupnya.
Sedangkan pintu
pengeluaran air (monik) yang memiliki dua kotak tempat papan dan
satu kotak tempat saringan. Pada gambar 7
(b), nomor 1 diisi dengan saringan kemudian nomor 2 dan
3 diisi dengan papan. Pada nomor 4 dipasang pipa paralon yang
dipasang didasar kolam di bawah pematang dengan bantuan ppa berbentuk “L”
mencuat keatas sesuai dengan
ketinggian air kolam. 
(a)
(b)
Gambar 7. (a) pintukeluar air, (b) Pintukeluar air
darisamping
Selainitu, terdapat pula kolam semen
yang memiliki saluran
inlet dan outlet nya menggunakan
pipa paralon.

Gambar 8.Sistem inlet dan outlet daripipaparalon
2.4
Pembuatan
Kolam
Semen
Pembuatan
kolam semen diawali dengan pemilihan lokasi
kolam, lokasi tentunya harus dekat dengan
sumber air. Selanjutnya bahan dasar yang digunakan berupa semen dan pasir
yang halus sehingga
kualitas campuran lebih baik.
Memulai
pembangunan dengan membuat pondasi
kolam yang merupakan suatu yang penting dalam menentukan
kekuatan bangunan.
Dalam pembuatan pondasi dapat menggunakan batu kali atau menggunakan batu bata. Dengan adanya pondasi
resiko keretakan pada dinding kolam akan berkurang. Setelah itu, pemasang bata
rapi dan sejajar juga tidak kalah pentingnya dengan pondasi, yang akan menambah
kekuatan kolam.

Gambar 9.
Pembuatan Kolam Semen
Pada
dinding
kolam
dapat
menggunakan batu bata atau batu
kali dan menggunakan kerangka besi
agar dinding menjadi kuat.
Setelah
seluruh dinding kolam jadi, sebelum pembuatan
dasar kolam sebaiknya dipadatkan terlebih dahulu, sehingga tidak ada celah antara tanah dan dasar kolam nantinya, kemudian diamkan selama
satu hari.
Kolam
semen yang telah jadi,
tidak
langsung digunakan. Hal ini disebabkan karena kandungan bahan kimia terutama dari semen masih menempel kuat pada
dinding kolam, sehingga bahan-bahan kimia inilah yang akan membuat pertumbuhan ikan kurang baik atau bahkan mati. Dalam jangka
waktu yang lama, bahan-bahan ini akan hilang dengan sendirinya, namun secara
alami butuh waktu 4-6 bulan sebelum kolam dapat digunakan. Maka
terdapat perlakuan khusus untuk mempercepat hilangnya bahan-bahan kimia tersebut yaitu sebagai berikut.
1.
Pastikan kolam semen tersebut sudah
benar-benar kering. Pastikan beton semen sudah kering dan
keras.
2.
Cara 1: Rendam kolam
tersebut dengan cara
diisi air
sampai penuh dan
dikuras setiap 3 hari dan kemudian diisi
kembali. Hal
ini dilakukan berulang sampai dengan 1 minggu.
3.
Cara 2: Kalau mau
lebih singkat, kita bisa memakai irisan
batang pisang yang digosokkan keseluruh dinding dan dasar
kolam.
Setelah digosok, kemudian kolam diisi
sampai penuh. Keesokan harinya kuras dan
digosok kembali dan lalu
diisi kembali. Esoknya, tinggal kuras dan
kolam sudah siap
dipakai.
2.5 Persiapan Kolam Semen
Wadah
budidaya ikan dari bak semen yang akan digunakan untuk budidaya ikan harus dilakukan
persiapan wadah sebelum dipergunakan untuk melakukan kegiatan budidaya.
Persiapan wadah bak budidaya ikan bertujuan untuk mengkondisikan wadah agar
dapat digunakan secara efesien dan memenuhi persyaratan lingkungan yang
optimal, sehingga ikan dapat hidup dengan laju pertumbuhan yang optimum.
Persiapan bak budidaya ikan meliputi
a.
Sanitasi
Wadah
yang akan digunakan untuk budidaya ikan (bak) sebelum digunakan dibersihkan
dari kotoran yang menempel, agar tidak terdapat sisa-sisa kotoran yang dapat
menyebabkan pembawa penyakit.
b.
Perbaikan
dan Pengecekan
Sebelum
wadah digunakan dilakukan pemeriksaan apakah bak tersebut siap untuk digunakan
untuk budidaya ikan. Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui apakah bak budidaya
ikan yang akan digunakan mengalami kerusakan baik karena kebocoran dasar dan
dinding bak maupun karena adanya kebocoran pada pipa pengeluaran dan pemasukan.
Oleh karena itu kerusakan tersebut harus diperbaiki dahulu sebelum digunakan.
c.
Perbaikan Instalasi udara
Pada
wadah budidaya ikan yang menggunakan bak indoor biasanya
menggunakan alat bantu untuk meningkatkan kelarutan oksigen didalam wadah
budidaya dengan menggunakan aerator ataupun blower. Oleh karena itu harus
dilakukan pemeriksaan terhadap peralatan tersebut. Instalasi perawatab bak
budidaya ikan udara terdiri dari pompa udara, penyaring udara, pipa penyalur,
batu aerasi dan alat pengatur banyaknya aliran udara (kran).
d.
Instalasi
air
Sumber
air yang digunakan dapat berasal dari mata air atau dari sumur. Dalam
hal
ini
pintu
otlet
dan inlet yang perlu dipersiapkan dengan baik
2.6
Organisme yang dipelihara pada
Kolam
Semen
Hampir
segala jenis ikan dapat dibudidayakan dan dibesarkan pada kolam semen. Di Indonesia sebagian besar
ikan air tawar yang dipelihara di bak
semen yaitu ikan lele(Clariassp), ikan gurame
(Osphronemus goramy), ikan mas (Cyprinuscarpio), ikan nila(Oreochromus niloticus), dan
ikan
patin
(Pangasius sp).
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasrakan
pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
1.
Kolam semen
adalah
kolam yang bagian dasar kolam dan pematangnya
di beton
sehingga tidak mudah rusak
(permanen).
2.
Kolam
semen memeiliki kelebihan yaitu
air kolam
dapat dibiarkan melewati
atau di atas permukaan tanah, sehingga air tidak
merembes, penggunaan
relatif lebih lama yakni mampu bertahan hingga 5-10
tahun, sistem
pengairan dapat dibuat dengan baik, untuk memaksimalkan sirkulasi air, pengeringan
kolam dan juga perawatan, kolam
tidak mudah rusak, terkikis maupun berlubang,
perawatan kolam yang lebih mudah, ukuran kolam yang lebih
tepat, presisi dan lebih flexible dalam bentuk, sesuai dengan kebutuhan, kolam terlihat lebih rapi, proses pengeringan kolam lebih cepat (1-2
hari), dan relatif lebih
aman dari predator dan kompetitor alami. Sedangkan kekurangan dari kolam semen yaitu biaya pembuatan kolam
yang relatif mahal, bersifat
permanen jadi tidak bisa
dipindah-pindah, dan pertumbuhan
plankton dan hewan renik pada kolam solid tidak dapat mencapai tingkat optimal
dikarenakan media
3.
Kolam semen
harus
memiliki konstruksi yang kuat dan baik untuk
menunjang keberhasilan kegiatan budidaya ikan.
DAFTAR PUSTAKA
Bachtiar.
2010. Buku Pintar; Budidaya
& Bisnis
Gurami. PT. Agro Media
Pustaka.
Komunitas
Lele Sangkuriang. 2013. Cara
Mensterilkan
Kolam Beton
dari Bau Semen.
http://komunitas-lelesangkuriang.blogspot.com/.
Masapi. 2012. Pemeliharaan
dan Pengelolaan Bak
Beton/Tembok Budidaya Ikan. http://sidatmasapi.blogspot.com/2012/11/pemeliharaan-dan-pengelolaan-bak-beton.html.
Rozi.2011. JenisKolam Air Tawar. http://ikan-air-tawar.blogspot.com/2011/03/jenis-kolam-air-tawar.html
Riyadi,
Kurniawan. 2012.
http://kolambuatan.blogspot.com/2012/03/luas-kolam-bentuk-serta-penempatan.html.
Susanto. 2012. Kolam Ikan, Ragam Pilihan Dan Cara Membuat. Niaga Swadaya.
Suwandi. 2012. Jenis
Kolam Ikan
Berdasarkan Bahan
Pembuatannya.
http://titosuwandi.blogspot.com/2012/06/jenis-kolam-ikan-berdasarkan-bahan.html.

Komentar
Posting Komentar